Kampar, Riau | khabarpetang.my.id – Seorang perempuan asal Dusun Suka Damai, Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, dilaporkan hilang setelah pamit kepada pihak sekolah pondok pesantren untuk pergi ke bandara. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 30 April 2025.
Korban bernama Nurlaili, lahir di Perawang pada 18 Maret 2002. Ia diketahui belum bekerja dan terakhir berdomisili di Kabupaten Kampar. Berdasarkan laporan kepolisian dari Polsek Tambang, Nurlaili berpamitan kepada Kepala Sekolah Pondok Pesantren Baitul Salam, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, pada sekitar pukul 11.00 WIB untuk mengantar kakaknya ke bandara.
Namun, pada pukul 13.00 WIB, komunikasi dengan Nurlaili terputus. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp tidak terbaca dan hingga saat ini seluruh media sosial miliknya tidak aktif. Keluarga pun semakin cemas karena tidak mendapat kabar apapun hingga kini.
Adapun ciri-ciri Nurlaili saat terakhir terlihat adalah memiliki tinggi badan sekitar 148 cm, rambut lurus panjang berwarna hitam, mata berwarna hitam, dan kulit kuning langsat. Ia memiliki tanda istimewa berupa gigi bawah yang renggang. Saat pergi, Nurlaili mengenakan jubah hitam dengan cadar, kaos kaki putih, sandal warna hitam, serta membawa tas sandang hitam.
Pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tambang dan berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi bila melihat atau mengetahui keberadaan Nurlaili.
“Apabila ada yang menemukan atau mengetahui keberadaan adik kami, mohon hubungi kami secepatnya,” ujar Zulfikri, abang kandung korban.
Keluarga dapat dihubungi melalui nomor:
Zulfikri (abang kandung): 0813-6406-5611
Zulkiski (abang kandung): 0822-8853-2829
Atau langsung ke Polsek Tambang: 0821-6993-3594
Laporan ini telah diterima dan ditandatangani oleh BRIGADIR POLISI MUHAMMAD WAHYUDI, S.H., dari Polsek Tambang pada Kamis, 1 Mei 2025.



















