JAWA BARAT, KABUPATEN CIREBON – khabarpetang.my.id || Kalkulator telah lama menjadi alat yang sangat akrab dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Keberadaannya memang sangat membantu, memungkinkan siapa saja melakukan perhitungan dengan cepat dan akurat dalam waktu singkat. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkannya, muncul dampak yang kurang baik, terutama bagi kalangan pelajar.
Seberapa pandai pun seorang siswa, jika selalu bergantung sepenuhnya pada alat bantu elektronik ini, mereka perlahan kehilangan kemampuan berhitung secara mandiri. Masalah ini kini sangat nyata terjadi: banyak pelajar yang tidak sanggup mengerjakan soal hitungan dasar tanpa menyalakan kalkulator. Padahal, kemampuan berhitung adalah fondasi utama dari berbagai cabang ilmu pengetahuan serta keterampilan yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius dan menuntut adanya solusi nyata untuk mengatasi ketergantungan berlebihan tersebut.
Menjawab tantangan besar di dunia pendidikan ini, Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Parindra Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, mengambil langkah inovatif dan berani dengan memperkenalkan sebuah terobosan baru bernama Tabel Ahmad Nasirudin. Metode ini lahir bukan tanpa alasan, melainkan dirancang khusus sebagai sarana latihan agar para pelajar terbiasa melakukan perhitungan dengan mandiri, cepat, dan tepat, tanpa harus terus-menerus mengandalkan alat bantu.
Ahmad Nasirudin, selaku Ketua PAC Parindra Kecamatan Gegesik sekaligus penemu metode hitungan matematika tercepat hanya dengan menggunakan jari, mengungkapkan alasan di balik penemuan brilian ini.
“Saya melihat anak-anak pelajar saat ini, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah atas, ketika menghadapi pelajaran matematika di sekolah, terlihat sangat tertekan dan takut. Akibatnya, banyak dari mereka yang akhirnya kehilangan minat atau bahkan menghindari pelajaran tersebut,” ungkap Ahmad Nasirudin pada Selasa, 3 Juni 2026.
Ia melanjutkan, rasa tanggung jawabnya terhadap dunia pendidikan mendorongnya untuk mencari jalan keluar. “Di sini saya merasa bertanggung jawab dan memiliki solusi agar anak-anak kita tidak lagi merasa tertekan atau takut saat berhadapan dengan matematika. Jawabannya sangat sederhana: matematika itu sebenarnya sangat mudah dan gampang. Anak-anak tidak perlu berpikir terlalu rumit, cukup menggunakan tabel yang telah kami susun dan mengandalkan hitungan jari saja,” tambahnya dengan penuh semangat.
Ahmad Nasirudin juga menyampaikan harapan besarnya terkait penemuan yang telah ia kembangkan tersebut. Melalui jalur Partai Parindra, ia bahkan telah menyampaikan gagasan ini kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan agar metode ini diakui secara resmi dan diberikan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau hak paten setelah melewati tahap pengujian yang ketat.
Ada lima tujuan utama yang ingin dicapai melalui penerapan metode Tabel Ahmad Nasirudin ini, yaitu:
1. Membiasakan anak-anak agar lebih percaya diri dalam mempelajari matematika serta menghilangkan rasa takut dan kesulitan saat berhadapan dengan angka.
2. Mengasah kemampuan berpikir secara cepat, tepat, dan logis sejak usia dini.
3. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan, misalnya melalui kegiatan kompetisi yang positif dan sehat di kalangan pelajar.
4. Membangun kerja sama yang erat antara PAC Parindra Kecamatan Gegesik dengan masyarakat dan lembaga pendidikan demi meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak.
5. Menguji sekaligus melatih penguasaan operasi hitung dasar yang menjadi pondasi utama kemampuan berhitung siswa.
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, berbagai metode pembelajaran terus bermunculan. Namun, kehadiran Tabel Ahmad Nasirudin dinilai memiliki nilai yang sangat penting untuk diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak. Tabel ini menjadi jembatan yang menghubungkan anak-anak dengan pemahaman konsep dasar matematika, sekaligus melatih ketangkasan berpikir dan membangun kepercayaan diri mereka. Di tengah banyaknya keluhan mengenai kesulitan pelajar dalam berhitung, penemuan dari putra daerah Cirebon ini tampaknya hadir sebagai salah satu solusi yang paling tepat dan efektif untuk masa depan pendidikan bangsa.
Penulis: turah/mangbetu



















