KAB CIREBON – khabarpetang.my.id || Pemerintah Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, kembali menyalurkan bantuan pangan (Bapang) kepada warganya. Kegiatan penyaluran bantuan yang berlangsung di Balai Desa Guwa Kidul ini dilaksanakan pada hari Senin, (08/06/2026).
Bantuan yang dibagikan berupa kebutuhan pokok, yaitu beras bersumber dari Perum Bulog dan minyak goreng, yang sangat diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Dalam pelaksanaannya, pembagian bantuan ini dilakukan dengan sistem bergiliran antar masing-masing dusun. Langkah ini sengaja dipilih oleh pemerintah desa demi menjaga ketertiban dan kenyamanan, serta mencegah terjadinya penumpukan massa atau antrean panjang yang berdesak-desakan. Warga dipanggil secara berurutan sesuai wilayah tempat tinggalnya, sehingga proses penyaluran berjalan lancar, aman, dan tertib tanpa menimbulkan kerumunan yang tidak perlu.
Ada kabar gembira yang disampaikan dalam kegiatan kali ini. Awalnya, data yang tersusun mencatat jumlah penerima manfaat sebanyak 1.100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Angka ini sendiri sebenarnya sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan data sebelumnya yang hanya berjumlah 701 KPM.
Namun, demi mewujudkan keadilan dan pemerataan yang lebih luas dan menyeluruh, Pemerintah Desa Guwa Kidul mengambil keputusan besar. Jumlah penerima manfaat akhirnya kembali ditingkatkan secara drastis dari 1.100 KPM menjadi 2.200 KPM. Kebijakan ini diambil dengan tujuan mulia agar bantuan pemerintah dapat dirasakan oleh lebih banyak lagi warga dan pemerataan kesejahteraan benar-benar terjadi di seluruh wilayah desa.
Keputusan penting ini tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui proses demokrasi dan musyawarah yang matang. Sebelum kegiatan pembagian dilaksanakan, Pemerintah Desa Guwa Kidul terlebih dahulu menggelar Musyawarah Desa (Musdes). Pertemuan krusial ini dihadiri oleh Kuwu (Kepala Desa), para tokoh masyarakat, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pihak pengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari tingkat Kecamatan Kaliwedi.
Melalui diskusi dan kesepakatan bersama dalam musyawarah tersebut, disepakati perlunya penambahan kuota penerima. Harapan besar yang diusung adalah agar masyarakat yang masih tergolong dalam kategori kurang mampu atau miskin namun sebelumnya belum mendapatkan undangan atau belum masuk dalam daftar, kini turut dapat merasakan bantuan dan perhatian dari pemerintah.
Dalam sambutannya, Kuwu Desa Guwa Kidul, Supandi, menjelaskan maksud dan tujuan dari perluasan jangkauan bantuan ini. Ia berharap agar langkah yang diambil pemerintah desa ini benar-benar membawa manfaat bagi mereka yang sangat membutuhkan.
“Dengan pembagian bantuan pangan dari pemerintah ini, mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan. Harapan kami, sebenarnya semua masyarakat kami bisa mendapatkan, karena faktanya masih banyak warga kami yang masih tergolong kurang mampu, baik dari segi ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari,” ungkap Supandi.
Kebijakan pemerataan ini tentu saja disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh masyarakat. Salah satunya diungkapkan oleh Sukron, warga yang bertempat tinggal di Dusun 4 RT 04/08. Ia yang akhirnya mendapatkan haknya sebagai penerima manfaat, mengaku sangat berterima kasih atas kebijakan pemerintah desa tersebut.
Saat menerima sekarung beras dan botol minyak goreng, Sukron mengungkapkan perasaannya dengan penuh rasa syukur.
“Bersyukur, Alhamdulillah saya masih bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah desa ini. Awalnya saya kira tidak dapat, ternyata berkat kebijakan pemerataan ini akhirnya saya jadi dapat juga. Semoga rezeki ini membawa berkah dan sangat membantu kami untuk menyambung hidup sehari-hari,” ujarnya.
Langkah yang diambil Pemerintah Desa Guwa Kidul ini mendapatkan apresiasi luas karena dinilai sangat responsif dan peka terhadap kondisi riil masyarakat. Dengan memperluas cakupan bantuan hingga dua kali lipat, diharapkan beban ekonomi masyarakat dapat sedikit teringan dan keadilan sosial benar-benar terwujud hingga ke lapisan yang paling bawah.
Penulis: turah/mangbetu

















