Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Warga Meriahkan HUT RI ke-80, Kades Jusman Hadir, Pentas Seni dan Pawai Obor Jadi Puncak Perayaan.

94
×

Warga Meriahkan HUT RI ke-80, Kades Jusman Hadir, Pentas Seni dan Pawai Obor Jadi Puncak Perayaan.

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (200, -1); aec_lux: 197.88902; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
Example 468x60

PELALAWAN, 17 Agustus 2025 | khabarpetang.my.id – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 berlangsung meriah di salah satu desa di Kabupaten Pelalawan. Ratusan warga berbaur memenuhi lapangan desa untuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari upacara bendera hingga puncak malam yang dihiasi pentas seni dan pawai obor.

Kepala Desa Jusman tampak hadir mendampingi jalannya kegiatan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta para pelajar. Ia menyampaikan bahwa momentum 17 Agustus bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan bangsa.

Example 300x600

“Perayaan kemerdekaan ini menjadi cermin persatuan. Saya mengapresiasi partisipasi masyarakat, pemuda, dan pelajar yang begitu antusias. Mari kita jadikan semangat kebersamaan ini untuk membangun desa lebih maju,” ujar Jusman.

Usai upacara bendera, panitia menggelar berbagai perlombaan tradisional yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Anak-anak hingga orang dewasa ikut serta dalam lomba makan kerupuk, balap karung, lomba kelereng, tarik tambang, dan Suasana lapangan dipenuhi sorak-sorai penonton yang memberi semangat peserta lomba.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (200, -1);
aec_lux: 344.74017;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Ketua Panitia Lomba, mengantusiasme warga tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. “Kami sengaja menghadirkan berbagai lomba tradisional agar semua kalangan bisa ikut serta. Bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa bergembira bersama dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Selain pemerintah desa, pemuda setempat juga berperan aktif dalam memeriahkan acara. Tokoh pemuda, menilai pawai obor dan pentas seni bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukasi bagi generasi muda.

“Ini adalah warisan tradisi yang harus terus kami jaga. Melalui kegiatan ini, kami belajar arti persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air. Pemuda siap menjadi garda terdepan untuk melanjutkan semangat perjuangan di era sekarang,” ungkapnya.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (13, -1);
aec_lux: 404.11078;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pawai obor sendiri sudah menjadi tradisi sejak 1980-an, ketika pemuda desa pertama kali menggagas kegiatan tersebut sebagai simbol api perjuangan yang tidak pernah padam. Hingga kini, tradisi itu tetap dipertahankan dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahun.

Masyarakat pun merasa bangga dan terhibur dengan rangkaian kegiatan perayaan HUT RI ke-80. salah satu warga yang hadir bersama keluarganya, mengatakan acara tahun ini terasa lebih meriah dan penuh kekeluargaan.

“Anak-anak senang bisa ikut lomba siang hari, malamnya kami sekeluarga nonton pentas seni dan ikut pawai obor. Rasanya seperti kembali mengingat masa kecil dulu, suasana kampung jadi hidup,” tuturnya dengan penuh semangat.

Perayaan HUT RI di desa ini memiliki sejarah panjang. Pada awal kemerdekaan, kegiatan biasanya hanya berupa upacara sederhana di halaman sekolah atau balai desa. Seiring berkembangnya zaman, masyarakat menambahkan berbagai perlombaan rakyat, pentas seni, dan tradisi pawai obor yang kini menjadi ciri khas.

Tradisi ini diyakini mampu memperkuat ikatan sosial antarwarga, sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus bangsa.

Seluruh rangkaian perayaan pada Minggu, 17 Agustus 2025, berjalan lancar, aman, dan tertib. Antusiasme masyarakat dari anak-anak hingga orang tua menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong, persatuan, dan cinta tanah air tetap terjaga di tengah kehidupan desa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *