Kab Cirebon, khabarpetang.my.id || bertempat di lapangan bola desa prajawinangun wetan kecamatan kaliwedi kab Cirebon panitia turnamen U 12 membuka kegiatan turnamen Senin (13/10/2025)
Kegiatan turnamen tersebut melibatkan anak anak sekolah dasar negeri dari berbagai desa yang ada di kecamatan kaliwedi, seperti SDN desa guwa kidul, SDN kaliwedi kidul, SDN kaliwedi lor, SDN prajawinangun wetan, SDN prajawinangun kulon, dan SDN wargabinangun, piala turnamen U-12 tersebut bukan hanya kompetisi tetapi membentuk karakter dan sportivitas melalui sepak bola dan menjadi arena pembelajaran berharga bagi anak anak berbakat.
Dengan sistim gugur Piala kejuaraan turnamen U-12 tersebut di raih sekolah dasar negeri guwa kidul, mengalahkan sekolah dasar negeri kaliwedi lor dengan adu pinalti, juara ke dua di raih sekolah dasar negeri kaliwedi lor dan juara ketiga di raih sekolah dasar negeri kaliwedi kidul, juara pertama piala tersebut langsung di berikan oleh Joni selaku perwakilan kecamatan kaliwedi
Di lapangan hijau, mereka tidak hanya belajar tentang menyusun strategi dan teknik dasar sepak bola, tetapi juga mengasah karakter, sportivitas, dan nilai-nilai kehidupan lainnya yang akan membekali mereka di masa depan.
Pada usia dini, anak-anak berada dalam fase pembentukan karakter yang sangat penting. Melalui olahraga, terutama sepak bola, mereka belajar nilai-nilai seperti kerja keras, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.
Joni Priatna SE panitia turnamen U-12 perwakilan dari pemerintah kecamatan kaliwedi disela sela kesibukannya mengatakan “Turnamen di tingkat kecamatan kaliwedi seperti Piala U-12 berperan penting dalam mengajarkan sportivitas. Anak-anak diajarkan untuk menerima kekalahan dan kemenangan dengan sikap yang baik. Mereka belajar menghormati lawan, menghargai keputusan wasit, dan mematuhi peraturan permainan. Nilai-nilai sportivitas ini sangat penting untuk perkembangan psikologis mereka, menciptakan atlet yang tidak hanya kompetitif tetapi juga etis” katanya.
“Sepak bola adalah olahraga tim yang membutuhkan interaksi dan kerja sama. Anak-anak belajar untuk berkomunikasi, saling mendukung, dan mengembangkan empati terhadap rekan satu tim maupun lawan. Mereka juga belajar mengatasi konflik, baik di dalam maupun di luar lapangan, yang merupakan keterampilan sosial penting dalam kehidupan sehari-hari” Joni pungkasnya
Jurnalis: turah/mangbetu



















