Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NasionalUncategorized

Warga Keluhkan Banjir Langganan Meski Tanpa Hujan di Kampung Gandu Bulak

121
×

Warga Keluhkan Banjir Langganan Meski Tanpa Hujan di Kampung Gandu Bulak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kabupaten Bekasi | khabarpetang.my.id — Warga Kampung Gandu Bulak RT 001/005, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, mengeluhkan kondisi banjir yang kerap terjadi meski tidak turun hujan.

Rumi, salah satu warga yang telah menetap selama tujuh tahun di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa banjir disebabkan oleh luapan air dari kali akibat tanggul yang tidak memadai serta buruknya sistem saluran drainase.

Example 300x600

“Sudah bertahun-tahun kami mengalami banjir meskipun cuaca cerah. Air meluap dari kali karena tanggulnya tidak kuat. Saluran air juga tidak mendukung,” ujarnya kepada wartawan, Senin (5/5/2025).

Ia juga menyoroti minimnya perhatian dari pihak pemerintah desa dan aparat setempat terhadap permasalahan yang terus berulang tersebut. Kondisi ini berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak, yang kerap mengalami gangguan kulit akibat air kotor yang menggenang.

“Kami sudah capek. Anak-anak saya sering gatal-gatal dan kulitnya alergi karena air kotor yang menggenang,” tambahnya.

Warga berharap ada tindakan konkret dari pemerintah desa dan instansi terkait untuk segera memperbaiki tanggul serta melakukan normalisasi dan penataan ulang saluran air guna mencegah banjir berulang.

Menanggapi keluhan warga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa banjir di Kampung Gandu Bulak tidak disebabkan oleh curah hujan tinggi atau cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Karawang, Dedi Suryana, menyebutkan bahwa wilayah Sukatani tidak mengalami hujan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Berdasarkan pantauan kami, tidak ada hujan yang cukup deras di wilayah tersebut dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa genangan air kemungkinan besar diakibatkan oleh buruknya sistem drainase atau luapan sungai setempat,” jelas Dedi.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan instansi teknis untuk segera melakukan kajian terhadap kondisi tanggul dan sistem saluran air di kawasan terdampak guna mencegah banjir berulang di masa mendatang.

Laporan: Haris Pranatha
Kepala Biro Bekasi, Jawa Barat – Mitra Negara Media Grup

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *