JAWA BARAT, KAB CIREBON, khabarpetang.my.id || Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan wilayah Desa Guwa Kidul, Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi dan Desa Slendra, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, kini memprihatinkan. Jalanan yang menjadi jalur penghubung penting ini mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lubang, sehingga sangat menyulitkan pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat. Selasa(14/04/2026).
Di lokasi sepanjang kurang lebih 500 meter tepatnya di Jalan Pangeran Anggabaya, Desa Guwa Kidul menuju Desa Guwa Lor dan arah sebaliknya, permukaan jalan penuh dengan kubangan air dan lubang yang menganga. Kerusakan yang sudah berlangsung lama ini semakin berbahaya saat musim hujan, di mana genangan air seringkali menutupi lubang-lubang tersebut.
Kondisi ini tentu sangat membahayakan keselamatan pengendara. Banyak pengendara yang terpaksa harus mengendalikan kendaraan dengan sangat hati-hati untuk menghindari lubang, namun tak jarang justru terjebak dan mengalami kecelakaan atau terjatuh.
“Saya tiap hari melewati jalan ini, betul-betul merasa prihatin dan sangat miris sekali. Apalagi saat turun hujan, lubang tidak terlihat karena tertutup genangan air sehingga banyak pengguna terjebak dan terjatuh,” ujar salah satu pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya dengan nada kecewa.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Menurutnya, masyarakat sudah menjalankan kewajiban membayar pajak sebagai bentuk kepedulian terhadap negara, sehingga sudah sepatutnya pemerintah juga membalas dengan memperhatikan fasilitas umum yang layak.
“Kita masyarakat patuh bayar pajak, secara otomatis ini kepedulian kita. Tapi kenapa pemerintah tidak peduli kepada kita? Kan kira-kira seperti itu logikanya,” pungkasnya.
Diketahui, jalan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Cirebon yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Namun hingga saat ini, perbaikan permanen dinilai belum maksimal dilakukan.
Keluhan warga terkait jalan rusak yang tak terurus ini sudah sering kali terdengar, namun penanganannya dinilai masih lambat. Kondisi jalan yang rusak parah, bergelombang, dan berlubang tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari, tetapi juga menjadi potensi kecelakaan lalu lintas yang serius.
Masyarakat menuntut Pemerintah Kabupaten Cirebon agar segera melakukan perbaikan yang layak dan menyeluruh, bukan hanya perbaikan sementara atau tambal sulam, demi menjamin keamanan serta kenyamanan seluruh pengguna jalan.
(Turah/mangbetu)



















