Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Kalbar Rawan Jadi Jalur Masuk Barang Ilegal, Pengamat Dorong Audit Eksternal Bea Cukai

44
×

Kalbar Rawan Jadi Jalur Masuk Barang Ilegal, Pengamat Dorong Audit Eksternal Bea Cukai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Khabarpetang.my.id | Pontianak, 30 Mei 2025 — Kalimantan Barat dinilai menjadi pintu gerbang utama masuknya barang-barang ilegal ke Indonesia. Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar, Dr. Herman Hofi Mumawar, menilai posisi geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei, serta dekat dengan Singapura, membuat wilayah ini rawan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan.

 

Example 300x600

“Bahkan ada kesan bahwa Kalimantan Barat merupakan ‘batu pertama’ atau gerbang awal bagi peredaran barang-barang ilegal ke seluruh Indonesia,” kata Dr. Herman, Jumat (30/5).

 

Ia mendesak agar instansi terkait, khususnya Bea Cukai, segera melakukan evaluasi menyeluruh. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pelaksanaan audit eksternal terhadap kinerja Bea Cukai di Kalbar.

 

“Dengan audit eksternal, Bea Cukai bisa mengetahui secara pasti kekuatan dan kelemahannya dalam mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal,” jelasnya.

 

Menurut Dr. Herman, audit tersebut harus disertai pendekatan analitis mendalam, termasuk short analysis, straight analysis, serta identifikasi potensi penyimpangan internal. Evaluasi itu, katanya, penting untuk menilai kesiapan Bea Cukai dalam hal sumber daya manusia, sistem pengawasan, serta sarana dan prasarana.

 

Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menangani persoalan ini. Kolaborasi antara Bea Cukai, TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dinilai sangat krusial mengingat jaringan penyelundupan yang semakin kompleks.

 

“Kita tidak bisa mengharapkan Bea Cukai bekerja sendiri. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang solid. Kami mengapresiasi TNI yang selama ini aktif membantu penindakan di perbatasan,” ujar Dr. Herman.

 

Ia menegaskan, maraknya peredaran barang ilegal bukan hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga berdampak buruk terhadap masyarakat, baik di Kalimantan Barat maupun nasional.

 

“Oleh karena itu, audit eksternal ini penting untuk mendorong peningkatan kapasitas Bea Cukai ke depan, agar bisa menghadapi tantangan yang semakin besar,” pungkasnya.

 

Jono | Khabarpetang.my.id

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *