JAKARTA, | Khabarpetang.my.id – Komentator internasional sekaligus pakar hukum pidana internasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., PhD, menyampaikan pandangannya mengenai konflik yang melibatkan Iran dan Israel, yang hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional.
Dalam keterangannya kepada sejumlah media pada Senin (10/3/2026), Prof Sutan Nasomal menilai perkembangan politik di Iran, termasuk munculnya tokoh ulama Mojtaba Khamenei, dapat membawa arah baru bagi negara tersebut di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar di lingkungan keagamaan dan politik Iran. Dengan pengalaman serta dukungan yang kuat dari masyarakat, ia dinilai memiliki kapasitas untuk menjaga stabilitas negara di tengah tekanan konflik regional.
“Kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan dalam situasi konflik seperti saat ini. Figur pemimpin yang berpengalaman dapat menjaga stabilitas serta menentukan arah kebijakan negara,” ujar Prof Sutan Nasomal.
Prof Sutan Nasomal juga menyoroti hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia yang telah terjalin dalam waktu lama. Kedua negara disebut memiliki kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran budaya.
Menurutnya, hubungan bilateral tersebut berpotensi semakin berkembang apabila stabilitas kawasan dapat terjaga.
“Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang baik sejak lama. Kerja sama di berbagai sektor diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.
Dalam pandangannya, konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi memicu ketegangan global apabila tidak segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Ia menilai dukungan dari sejumlah negara besar seperti Rusia, China, dan Korea Utara dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik berisiko melibatkan lebih banyak negara dan berpotensi memperbesar dampak geopolitik maupun kemanusiaan.
Lebih lanjut, Prof Sutan Nasomal berharap Indonesia dapat memainkan peran diplomatik dalam mendorong dialog antara pihak-pihak yang berkonflik.
Sebagai negara yang dikenal aktif dalam diplomasi internasional dan perdamaian dunia, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk membantu membuka jalur komunikasi guna meredakan ketegangan.
Ia menilai langkah diplomasi sangat penting untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas, termasuk risiko penggunaan senjata pemusnah massal.
“Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan dialog bagi pihak-pihak yang berkonflik demi menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Prof Sutan Nasomal juga mengajak masyarakat internasional untuk mendoakan agar konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir dengan solusi damai.
Menurutnya, para pemimpin dunia memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong penyelesaian konflik secara adil serta melindungi negara-negara yang mengalami tekanan dan ketidakadilan.
“Perdamaian harus menjadi tujuan utama. Dunia internasional perlu bersatu mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak,” pungkasnya.
Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., PhD
Komentator Dunia Internasional
Pakar Hukum Pidana Internasional
Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia
Ketua Umum YLBHCCI
Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus
















