JAWA BARAT, Kab Cirebon, khabarpetang.my.id || Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus memperkuat struktur internal di tingkat daerah. Bertempat di Saung Putri Raya, Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, digelar konsolidasi calon pengurus PPP Kabupaten Cirebon pada Minggu, ( 12 April 2026 ).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan DPW PPP yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I, Tunggal Dewa Nanto, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Cirebon periode 2019–2024. Turut hadir pula penasihat partai, KH. Muhammad Ilyas Khaelani, serta para calon pengurus yang akan mengisi struktur kepengurusan ke depan.
Dalam forum konsolidasi tersebut, para peserta mendapatkan arahan penting terkait penguatan organisasi, soliditas kader, serta strategi membangun basis massa di tengah masyarakat. Pihak DPW menegaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya terletak pada struktur formal, tetapi juga pada kemampuan kader dalam membangun kepercayaan publik.
Selain itu, para calon pengurus didorong untuk aktif turun langsung ke tengah masyarakat, memahami kebutuhan riil warga, serta menghadirkan solusi nyata melalui program-program partai yang menyentuh lapisan bawah.
Dalam arahannya, KH. Muhammad Ilyas Khaelani menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman, kebersamaan, serta loyalitas dalam berorganisasi. Ia juga mengingatkan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana pengabdian kepada masyarakat.
Konsolidasi ini menjadi langkah awal dalam menyusun kekuatan politik PPP di Kabupaten Cirebon, sekaligus sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi agenda politik ke depan.
Konsolidasi yang dilakukan PPP Kabupaten Cirebon ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan memiliki makna strategis dalam konteks peta politik lokal yang semakin dinamis.
Di tengah persaingan antarpartai yang kian ketat, penguatan struktur internal menjadi fondasi utama. Tanpa organisasi yang solid dan kader yang militan, partai akan kesulitan bersaing, baik dalam kontestasi legislatif maupun dalam membangun pengaruh di tengah masyarakat.
Kehadiran langsung perwakilan DPW dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan partai dalam melakukan pembinaan dari tingkat atas hingga bawah. Langkah ini penting untuk memastikan arah kebijakan tetap sejalan, sekaligus meminimalisir potensi konflik internal yang kerap menjadi hambatan dalam tubuh partai politik.
Lebih jauh, penekanan pada pembangunan basis massa menjadi sinyal bahwa PPP mulai mengarahkan strategi politiknya ke pendekatan yang lebih membumi. Di era saat ini, kekuatan partai tidak lagi hanya ditentukan oleh elit politik, tetapi oleh sejauh mana partai mampu hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kehadiran tokoh agama seperti KH. Muhammad Ilyas Khaelani juga memperkuat identitas PPP sebagai partai berbasis nilai keislaman. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri, khususnya di wilayah Cirebon yang memiliki kultur religius yang kuat.
Namun demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. PPP perlu memastikan bahwa semangat konsolidasi ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan. Konsistensi kader, kemampuan membangun komunikasi publik, serta kepekaan terhadap isu-isu lokal akan menjadi penentu keberhasilan.
Dengan langkah yang terukur dan konsisten, bukan tidak mungkin PPP Kabupaten Cirebon kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di tingkat daerah.
Sumber:humas PWI kota Cirebon
(Turah/mangbetu)



















