Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
CiayumajakuningCirebon rayaDaerahPeristiwa

Aksi Massa Geruduk Pengadilan Negeri Sumber Cirebon Ada Apa..??

87
×

Aksi Massa Geruduk Pengadilan Negeri Sumber Cirebon Ada Apa..??

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAWA BARAT,KAB CIREBON – khabarpetang.my.id || Suara dukungan dan tuntutan keadilan kembali bergema di wilayah hukum Kabupaten Cirebon. Ratusan warga yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, baik dari lingkungan Kota maupun Kabupaten Cirebon, turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di halaman depan kompleks Pengadilan Negeri (PN) Sumber, pada hari Rabu (3/6/2026).

 

Example 300x600

Massa yang hadir tampak kompak mengenakan pakaian dengan dominasi warna putih dan hitam, berdatangan dengan satu tujuan yang sama, yaitu memberikan dukungan moril penuh kepada sosok yang akrab disapa Bunda Fifi. Aksi ini diselenggarakan menyusul sengketa lahan yang sedang dihadapinya, yang kini menjadi perhatian publik luas.

 

Suasana aksi terasa sangat menyentuh dan sarat dengan simbolisasi. Para demonstran membawa sebuah keranda mayat yang didorong di tengah kerumunan, yang dimaknai sebagai lambang bahwa rasa keadilan di mata masyarakat dianggap telah mati dan belum terwujud. Di samping itu, para peserta aksi juga menggelar doa bersama secara kolektif. Hal ini dilakukan sebagai wujud solidaritas yang tulus sekaligus permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar proses hukum yang sedang berjalan kelak benar-benar dapat memihak kebenaran dan memberikan keadilan bagi Bunda Fifi beserta keluarga.

 

Menurut pandangan para pengunjuk rasa, Bunda Fifi adalah pihak yang menjadi korban dari putusan dan proses hukum yang mereka nilai tidak berpihak pada rasa keadilan maupun kemanusiaan. Oleh karena itu, dengan suara lantang dan tegas, mereka menolak keras rencana pelaksanaan eksekusi lahan yang berlokasi di kawasan Cideng. Tanah tersebut diketahui telah lama menjadi tempat tinggal Bunda Fifi bersama anak-anaknya.

 

Koordinator lapangan dari Komunitas Rakyat Cirebon, Qorib, yang memimpin jalannya aksi tersebut, secara langsung menyampaikan tuntutan utama mereka kepada pihak pengadilan. Ia menegaskan bahwa eksekusi tersebut tidak boleh dilanjutkan dan harus dibatalkan secepatnya.

 

“Kami menuntut agar rencana eksekusi tersebut segera dibatalkan. Penilaian kami, terdapat banyak sekali persoalan dan ketidakjelasan dalam proses peradilan yang berjalan selama ini, yang wajib dikaji ulang secara mendalam. Jangan sampai ada pihak yang sangat dirugikan dan teraniaya hanya karena sebuah keputusan yang ternyata masih menyisakan polemik besar serta ketidakpuasan di tengah masyarakat,” tegas Qorib saat menyampaikan orasi di depan massa.

 

Selain menyuarakan pendapat melalui orasi dan doa bersama, para peserta aksi juga menyampaikan permintaan secara langsung agar Ketua PN Sumber bersedia keluar menemui mereka dan berkomunikasi langsung, untuk memberikan penjelasan yang transparan terkait persoalan yang menjadi sorotan publik ini.

 

Situasi sempat berlangsung cukup dinamis dan menegangkan sebelum akhirnya tercapai titik temu. Melalui pendekatan persuasif yang dilakukan oleh jajaran kepolisian dari Polresta Cirebon untuk menjembatani kedua belah pihak, akhirnya Ketua PN Sumber bersedia keluar dari ruang kerjanya dan menemui para pengunjuk rasa.

 

Dalam pertemuan singkat namun penuh makna tersebut, Ketua PN Sumber menyampaikan bahwa dirinya mendengarkan dan memahami dengan baik segala aspirasi serta kekhawatiran yang disampaikan oleh masyarakat yang hadir. Ia juga berjanji akan menindaklanjuti masukan-masukan tersebut melalui jalur yang telah ditetapkan hukum.

 

“Kami memahami betul apa yang menjadi isi aspirasi masyarakat yang hadir di sini hari ini. Segala masukan dan pendapat yang telah disampaikan akan kami jadikan bahan pertimbangan dan akan dipelajari kembali sesuai dengan mekanisme serta ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku,” ujar Ketua PN Sumber di hadapan massa aksi.

 

Pernyataan tersebut kemudian disambut dengan beragam respons dari peserta aksi. Sebagian besar berharap bahwa apa yang disampaikan saat itu bukan sekadar janji, melainkan benar-benar diperhatikan dan menjadi landasan dalam penyelesaian masalah yang menimpa Bunda Fifi.

 

Sepanjang kegiatan berlangsung, keamanan sangat terjaga dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Aksi ini pun akhirnya dapat berakhir dengan tertib dan damai. Sebagai penutup, para peserta aksi menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan berhenti sampai di sini, melainkan akan terus mengawal setiap tahapan proses hukum yang berkaitan dengan sengketa lahan tersebut hingga tercapai kepastian hukum yang adil dan dapat diterima oleh hati nurani masyarakat luas.

 

(Turah/mangbetu)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *