Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITAPeristiwa

Mahasiswi di Bandar Lampung Meninggal Usai Melahirkan di Kos, Bayi Diduga Dibuang Pacar ke Bawah Jembatan.

76
×

Mahasiswi di Bandar Lampung Meninggal Usai Melahirkan di Kos, Bayi Diduga Dibuang Pacar ke Bawah Jembatan.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung – ( KP ) Seorang mahasiswi berinisial SL (21) ditemukan meninggal dunia usai melahirkan secara diam-diam di kamar indekosnya di kawasan Kedaton, Bandar Lampung, pada Kamis (19/6/2025). Mirisnya, bayi yang dilahirkannya sempat hidup, namun diduga dibuang oleh kekasihnya ke bawah jembatan.

Kapolsek Kedaton, AKP Budi Harto, membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban melahirkan tanpa bantuan medis atau pendamping siapa pun, termasuk keluarganya.

Example 300x600

“Korban memilih melahirkan sendiri di kamar kos, tanpa diketahui oleh orang tua maupun teman dekatnya,” ujar AKP Budi saat dikonfirmasi, Jumat (20/6/2025).

Korban mengalami pendarahan hebat usai melahirkan. Kekasihnya, FDS (21), yang juga mahasiswa dari kampus yang sama, sempat membawa korban ke Klinik Kosasih. Namun karena tidak tersedia tenaga medis, korban dirujuk ke RS Bhayangkara. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Yang menggemparkan, hasil pemeriksaan kepolisian menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan SL sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Berdasarkan pengakuan FDS, bayi tersebut dibawa keluar dari kos dan kemudian diduga dibuang ke bawah Jembatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

“Pelaku menyatakan bahwa bayi masih memiliki denyut nadi saat dibawa keluar dari kamar kos,” ungkap AKP Budi.

Pihak kepolisian menerima laporan kejadian pada Rabu malam (18/6/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah barang bukti seperti alas kasur berlumuran darah, air ketuban, kain, dan gunting yang diduga digunakan saat persalinan.

FDS kini telah diamankan oleh pihak kepolisian dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Kedaton. Status hukumnya akan ditentukan setelah gelar perkara.

Pemilik indekos, Purwadi (56), mengaku tidak mengetahui bahwa SL sedang hamil.

“Dia anaknya pendiam, bajunya longgar, kami tidak curiga. Dua hari lalu masih terlihat duduk di depan kamar,” ujarnya.

Jenazah SL telah dibawa ke RS Bhayangkara dan diautopsi atas persetujuan pihak keluarga. Sementara itu, kepolisian masih terus menelusuri keberadaan bayi dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam terkait keberadaan bayi serta motif pelaku. Gelar perkara akan menentukan status hukum FDS,” tutup AKP Budi Harto.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *