Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITAKRIMINALITASNasional

Terungkap Dugaan Mafia Solar di SPBU 6378301 Mempawah, Sopir Dikeroyok Usai Protes Antrean Truk Siluman

124
×

Terungkap Dugaan Mafia Solar di SPBU 6378301 Mempawah, Sopir Dikeroyok Usai Protes Antrean Truk Siluman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pontianak, Kalbar –

Dugaan praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat di SPBU 6378301, Jalan Sepakat, Dusun Sepakat Jaya, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Seorang sopir truk trailer bernama Zulmi menjadi korban pengeroyokan setelah memprotes antrean truk tangki yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Example 300x600

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/5/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Zulmi mengaku mengalami pemukulan brutal usai mempertanyakan antrean kendaraan yang tidak sesuai prosedur.

 

“Saya hanya bertanya kenapa antreannya tidak tertib, malah dikeroyok. Gigi saya copot, hidung pecah, dan seluruh badan memar,” ujar Zulmi saat ditemui wartawan di sebuah warung kopi di Pontianak, Selasa (20/5/2025).

 

Atas kejadian tersebut, Zulmi melaporkan kasus pengeroyokan ke Polres Mempawah dengan nomor laporan LP/B/33/V/2025/SPKT/Polres Mempawah/Polda Kalbar. Laporan diterima penyidik Bripka Bambang Sumantri.

 

Lebih dari sekadar kasus kekerasan, insiden ini membuka dugaan kuat adanya praktik mafia solar yang telah berlangsung lama di SPBU tersebut. Sejumlah warga sekitar mengungkapkan kepada media bahwa antrean truk tangki modifikasi yang mencurigakan kerap terjadi, dan diduga bukan untuk keperluan distribusi resmi.

 

“Truk-truk itu datang tiap hari. Kami tahu mereka bukan dari perusahaan resmi. Solar subsidi kemungkinan besar dijual kembali secara ilegal,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Warga bersama korban mendesak aparat penegak hukum, Pertamina, BPH Migas, dan instansi terkait untuk segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi. Mereka menduga praktik tersebut melibatkan oknum pengelola SPBU dan jaringan terorganisir.

 

“Ini bukan soal perkelahian biasa, ini indikasi adanya mafia solar. Jika dibiarkan, negara akan terus dirugikan,” kata Zulmi.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU 6378301 belum memberikan keterangan resmi. Kepolisian juga belum merilis perkembangan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan maupun dugaan penyimpangan distribusi BBM di lokasi tersebut.

 

Tim media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak SPBU, kepolisian, dan Pertamina. Bersama korban dan keluarga, media berkomitmen mengawal proses hukum agar kasus ini diusut secara menyeluruh dan tidak berhenti pada kekerasan semata.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *