Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang 

66
×

Organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kabupaten Bekasi – Dalam upaya mendukung program Asta Cita pemerintah di bidang pencegahan narkotika, organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) didukung oleh PT Algoritma Creative Bermartabat menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Menemukan Kemerdekaan Sejati: Melawan Narkoba dengan Kembali ke Dalam Diri” di Living Plaza Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu 19 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Duta BNN BRAIN Batch 3 yang juga merupakan pengurus organisasi, di antaranya M. Raffa Al Ghifari (operator), Kiki Amelia, Donny Thio, Agrebina (El), dan Depie. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda internal BRAIN dalam memperkuat peran generasi muda sebagai agen pencegahan narkoba.

Example 300x600

“Ini merupakan kegiatan internal Duta BNN BRAIN dalam rangka pembinaan serta penguatan peran mereka di tengah masyarakat,” ujar Ketua DPP BRAIN, Novita Luciana Gosal, A.Md, kepada wartawan.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Penasehat BRAIN Romo Sunardjo Sumargono, JD (Doctor of Jurisprudence) sebagai pembicara pembuka, Ketua DPP BRAIN Novita Gosal sebagai pembicara utama, serta Meryanto, SH yang menyampaikan materi terkait aspek hukum dan undang-undang narkotika.

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berkaitan dengan zat kimia, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial. Tekanan hidup, tuntutan lingkungan, hingga krisis identitas menjadi faktor yang kerap mendorong seseorang, khususnya pelajar, terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Mereka menilai, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup dilakukan melalui pendekatan hukum semata, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan kesadaran diri individu.

Salah satu pendekatan yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya mengenali jati diri sebagai benteng utama melawan adiksi. Dengan memahami nilai dan potensi diri, seseorang dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pengakuan eksternal serta menolak tekanan negatif dari lingkungan.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kemandirian emosional dalam menghadapi tekanan hidup tanpa bergantung pada zat adiktif. Narkoba yang kerap memberikan efek ketenangan instan justru dinilai memperkuat ketergantungan dalam jangka panjang.

Kemampuan untuk bersikap tegas, termasuk mengatakan “tidak” terhadap ajakan negatif, juga menjadi salah satu poin penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Integritas dan kesadaran diri dinilai sebagai kunci dalam membangun ketahanan mental generasi muda.

Melalui kegiatan ini, BRAIN berharap para peserta dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan kesadaran tentang bahaya narkoba, sekaligus mendorong pendekatan yang lebih humanis dan reflektif dalam upaya pencegahannya.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan tes alergi bagi para duta menggunakan mesin kesehatan Quantum sebagai bagian dari rangkaian edukasi kesehatan dalam program pencegahan narkoba di kalangan pelajar.

Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *