Sorek, Pelalawan ( KP ) – Insiden mengejutkan terjadi di sebuah kios BRILink yang berlokasi di kawasan Bintang Timur, Jalan Lintas Timur, Kelurahan Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pada Kamis siang, 15 Mei 2025, seorang karyawan BRILink menjadi korban dugaan tindak penipuan bermodus hipnotis oleh dua pria misterius. Akibat kejadian ini, uang tunai sebesar Rp 2 juta raib tanpa jejak.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga sekitar dan rekaman CCTV di lokasi, dua pria tak dikenal masuk ke dalam kios BRILink tersebut dan berpura-pura sebagai nasabah yang hendak melakukan transaksi perbankan. Mereka bersikap santai dan ramah, seolah tidak menimbulkan kecurigaan.
Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya dan berpura-pura hendak melakukan transfer uang. Namun, hal mencurigakan terjadi: layar ponsel tersebut ternyata dalam keadaan mati. Diduga kuat, pelaku menggunakan teknik hipnotis untuk mempengaruhi karyawan agar menuruti perintahnya.
Tanpa menyadari apa yang terjadi, korban menyerahkan uang tunai sebesar Rp 2 juta kepada kedua pria tersebut. Setelah menerima uang, para pelaku segera meninggalkan tempat kejadian dengan tergesa-gesa.
Tragisnya, korban baru menyadari bahwa uang tunai telah diserahkan secara cuma-cuma ketika kedua pelaku sudah tidak terlihat lagi di sekitar lokasi. Dalam kondisi panik dan bingung, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan pemilik usaha BRILink.
“Pelaku berpura-pura melakukan transfer menggunakan ponsel, tapi ternyata ponselnya mati. Korban seperti tidak sadar saat menyerahkan uang. Ini diduga kuat hipnotis,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Polsek Pangkalan Kuras yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Petugas telah mengamankan rekaman CCTV dan tengah mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.
Kapolsek Pangkalan Kuras, melalui keterangan resminya, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan seperti ini.
“Kami meminta seluruh pelaku usaha layanan keuangan seperti BRILink agar lebih berhati-hati. Jika menemukan nasabah yang mencurigakan, jangan langsung menyerahkan uang sebelum proses transaksi benar-benar jelas,” ujar petugas.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus hipnotis yang menimpa pelaku usaha kecil dan penyedia jasa keuangan di wilayah Riau. Modus hipnotis dengan berpura-pura melakukan transaksi atau menukar uang kerap terjadi dan menimbulkan kerugian besar bagi korban.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, terutama pemilik dan karyawan BRILink, agar selalu berhati-hati dalam melayani transaksi, khususnya terhadap orang asing yang menunjukkan gelagat mencurigakan. Pastikan proses transaksi dilakukan secara transparan, dan tidak terburu-buru dalam menyerahkan uang tunai.
Bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait ciri-ciri pelaku atau keberadaan mereka, diminta untuk segera melapor ke pihak berwajib.



















