Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITAPeristiwa

Tragis! Operator Alat Berat di Pelalawan Tewas Diserang Harimau Saat Buang Air

61
×

Tragis! Operator Alat Berat di Pelalawan Tewas Diserang Harimau Saat Buang Air

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PELALAWAN, RIAU { KP } – Tragedi mengerikan terjadi di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang pekerja bernama Hadito alias Kuang (23), operator alat berat dari PT. Citra Holindo, tewas setelah diserang seekor harimau liar pada Selasa malam, 24 Juni 2025, sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang buang air besar di area tanaman akasia. Ia diduga diserang secara tiba-tiba oleh harimau saat berada sendirian di lokasi tersebut. Rekannya, Firmansyah, yang berada di dalam kamp mendengar teriakan korban dan segera melakukan pengecekan. Namun, saat tiba di lokasi, ia hanya menemukan celana dan ponsel milik korban.

Example 300x600

Keesokan harinya, Rabu, 25 Juni 2025, tim gabungan dari Polsek Teluk Meranti, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, dan pihak PT. Arara Abadi melakukan pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa korban telah diterkam dan diseret ke dalam hutan oleh satwa buas tersebut. Tubuh korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka parah akibat serangan harimau.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Teluk Meranti sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, untuk dimakamkan.

Pihak kepolisian bersama BKSDA Riau segera mengambil langkah mitigasi dan melibatkan BKSDA Pusat untuk investigasi lebih lanjut mengenai keberadaan dan pergerakan satwa liar tersebut. Untuk sementara waktu, seluruh kegiatan di lokasi dihentikan sebagaimana terlihat pada dokumentasi himbauan dari Polsek Teluk Meranti dan BBKSDA yang disampaikan kepada para pekerja.

Kapolsek Teluk Meranti menghimbau masyarakat dan pekerja agar lebih waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari, serta tidak panik namun tetap menjaga kewaspadaan terhadap keberadaan satwa liar. Dalam waktu dekat, Tim Konflik Satwa BKSDA Provinsi Riau dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki dan menindaklanjuti kasus ini.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kawasan kerja yang berbatasan dengan habitat satwa liar memiliki risiko tinggi. Semua pihak diminta untuk meningkatkan koordinasi serta pengawasan guna mencegah insiden serupa terjadi kembali.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *