Pekanbaru | khabarpetang.my.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memberikan apresiasi terhadap kinerja Polda Riau dalam menindak tegas pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga akhir Juli 2025, tercatat sebanyak 51 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla di wilayah Provinsi Riau.
“Penegakan hukum, monitoring, dan deteksi sangat penting ke depan. Saya terima kasih kepada semua pihak, terutama Forkopimda Riau, atas penanganan yang sangat baik. Karhutla sudah banyak berkurang,” ujar Wapres Gibran saat meninjau Posko Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (28/7/2025).
Gibran juga menyoroti efektivitas modifikasi cuaca dan water bombing yang dilakukan oleh Satgas Karhutla sebagai upaya mitigasi dan pengendalian titik api. Ia menyebut, jika dibandingkan dengan 2014, kasus kebakaran hutan menurun hingga 80-85 persen.
“Keadaannya sudah mendung karena ada proses modifikasi cuaca dan rutin dilakukan water bombing. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku karhutla dilakukan secara serius. Selain menangkap para pelaku, pihaknya juga memasang plang larangan pemanfaatan lahan pasca kebakaran, sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Lahan yang terbakar tidak bisa dimanfaatkan untuk aktivitas perkebunan. Ini bagian dari penegakan hukum sekaligus langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Kapolda.
Penegakan hukum ini dilakukan di berbagai kabupaten dan kota di Riau dengan kerja sama lintas sektor, termasuk instansi lingkungan hidup, TNI, dan unsur pemerintah daerah.



















