Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Bintang Cahaya Sinema Garap Film Horor “Pintu Belakang”, Target Festival Internasional 2026

180
×

Bintang Cahaya Sinema Garap Film Horor “Pintu Belakang”, Target Festival Internasional 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA, | khabarpetang.my.id – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan proyek layar lebar terbaru. Rumah produksi Bintang Cahaya Sinema resmi memperkenalkan film bergenre semi horor berjudul Pintu Belakang dalam konferensi pers di The House of Den Baguse, Kotabaru, Yogyakarta, Minggu (22/2/2026).

Film ini dijadwalkan mulai menjalani proses syuting pada 23 Februari 2026 dan ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri 2026. Pihak produksi menyatakan, selain menyasar pasar domestik, Pintu Belakang juga direncanakan untuk didaftarkan ke festival film internasional di Paris, Prancis, pada Mei 2026.

Example 300x600

Konferensi pers tersebut dihadiri sejumlah pihak yang terlibat dalam produksi, di antaranya sutradara BW Purbanegara, penulis novel Alex Suhendra, aktor Matino Lio (pemeran Koci), Zulfa Maharani (pemeran Kumbu), Iva Deivana (pemeran Nyis), serta jajaran produser dan manajemen.

Film Pintu Belakang merupakan adaptasi dari novel Nyis karya Alex Suhendra. Cerita berpusat pada pasangan suami istri, Koci dan Kumbu, yang tinggal di desa terpencil. Kehidupan mereka berubah drastis setelah kehilangan bayi saat proses persalinan.

Dalam kondisi berduka, keduanya merawat seorang anak misterius bernama Nyis yang selamat dari tragedi berdarah. Anak tersebut mengalami trauma berat hingga kehilangan ingatan. Seiring waktu, masa lalu kelam Nyis perlahan terungkap dan memicu teror psikologis yang menghantui keluarga tersebut.

Konflik kian memuncak dengan kemunculan sosok makhluk misterius yang disebut kerap mengancam keselamatan mereka melalui pintu belakang rumah. Unsur horor psikologis dipadukan dengan drama keluarga menjadi pendekatan utama film ini.

Sutradara sekaligus penulis skenario mengungkapkan ketertarikannya pada novel tersebut sejak 2021. Namun, proyek adaptasi baru terealisasi pada 2025 setelah mendapatkan mitra produksi.

“Ini pertama kalinya saya membuat film bergenre semi horor. Selama ini saya lebih banyak menggarap drama. Tantangannya adalah bagaimana menjaga kedalaman emosi karakter sekaligus membangun atmosfer mencekam,” ujarnya dalam sesi tanya jawab.

Menurutnya, film ini tidak hanya mengandalkan elemen kejutan, tetapi juga membangun ketegangan melalui konflik batin para tokohnya.

CEO Bintang Cahaya Sinema, Rizka Shakira, menyampaikan optimisme terhadap proyek tersebut. Ia menilai, tema keluarga yang universal dipadukan dengan horor psikologis memiliki potensi menjangkau penonton lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Kami berharap film ini tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di ajang festival internasional. Rencana pendaftaran ke festival di Paris menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan karya ini ke panggung global,” ujarnya.

Sementara itu, Alex Suhendra menyebut Nyis merupakan karya ketiganya yang diadaptasi ke layar lebar. Ia berharap versi film mampu menghadirkan interpretasi visual yang memperkaya cerita tanpa menghilangkan ruh novel aslinya.

“Adaptasi tentu memiliki dinamika tersendiri. Saya percaya tim produksi mampu menerjemahkan esensi cerita dengan pendekatan sinematik yang kuat,” katanya.

Film Pintu Belakang ditargetkan tayang pada 2026. Produksi ini mengusung pendekatan drama keluarga dengan sentuhan horor psikologis, serta menyasar penonton lintas kalangan.

Kehadiran proyek ini menambah daftar film horor Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif di pasar domestik. Dengan rencana ekspansi ke festival internasional, Pintu Belakang diharapkan dapat memperluas eksistensi perfilman nasional di kancah global.

Jurnalis FQH mengabarkan

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *