Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Di Balik Tuts Piano, Gavriel Sangkakala Menenun Mimpi Musik Anak Indonesia

63
×

Di Balik Tuts Piano, Gavriel Sangkakala Menenun Mimpi Musik Anak Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Yogyakarta, khabarpetang.my.id — Di sebuah sudut studio yang hangat di Yogyakarta, alunan piano terdengar lembut namun penuh karakter. Di balik tuts-tuts itu, Gavriel Sangkakala Suherman menata nada demi nada, merangkai musik anak dengan keseriusan yang jarang disentuh generasi seusianya.

Lahir di Yogyakarta pada 16 Desember 2001, Gavriel memilih jalan yang tidak biasa. Saat banyak musisi muda berlomba menciptakan lagu pop dewasa yang mengikuti tren, ia justru menaruh hati pada musik anak—sebuah ranah yang baginya bukan sekadar ceria, tetapi juga sarat nilai dan kedalaman musikal.

Example 300x600

Lulusan cumlaude Program Studi Penciptaan Musik, Mayor Piano Pop Jazz, Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) dengan IPK 3,81 ini menutup masa kuliahnya pada 2024 lewat karya bertajuk “Arti Kehidupan”. Komposisi lagu anak tersebut digarap dengan pendekatan eksploratif pada aspek ritme intramusikal dalam format ansambel campuran. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa lagu anak bisa tampil cerdas tanpa kehilangan keceriaan.

Perjalanan cintanya pada musik sudah dimulai sejak remaja. Tahun 2018 menjadi tonggak awal ketika ia meraih Juara 1 Essex Indonesia Piano Competition serta Juara 1 Lomba Musikalisasi Puisi tingkat SMA dalam ajang Temu Kolese se-Indonesia. Di usia yang sama, ia mulai mengajar piano—dan hingga kini, sekitar 50 murid dari rentang usia 3 hingga 72 tahun pernah belajar bersamanya.

Di balik layar, kiprah Gavriel berkembang pesat. Ia telah mengaransemen ratusan lagu anak Indonesia dengan total sekitar 25 juta tayangan di berbagai platform digital. Salah satu karya yang melejit adalah “Samantha Papa Mama” bersama Evelyn Samantha yang meraih sekitar 12 juta views di YouTube.

Kolaborasinya bersama Miel Caerol dalam album Kesukaanku juga menjadi sorotan nasional. Proyek tersebut turut mengantarkan Miel meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pencipta Lagu Anak Termuda Indonesia 2025. Dalam momen tersebut, Gavriel dipercaya sebagai Music Director yang membawakan aransemen album secara langsung di hadapan media nasional.

Namun Gavriel tak hanya hidup di studio. Ia aktif sebagai performer piano jazz dan tampil di Ngayogjazz 2023 dan 2025, serta ambil bagian dalam Gospel International Festival (GIFEST 2026). Di panggung tersebut, ia mengiringi Hillsong Australia dan Andy Ambarita, serta berbagi panggung dengan Ron Kenoly dan Israel Houghton. Baginya, pengalaman tampil adalah ruang pembelajaran yang memperkaya rasa sebelum kembali mencipta.

Semangat berkarya itu ia lengkapi dengan membangun GG Production (VIEL), sebuah brand produksi yang berfokus pada musik anak, Pop-Jazz, dan rohani. Sejak 2024 ia dipercaya sebagai Korg Demonstrator, dan pada 2026 menjadi Key Opinion Leader untuk Hercules Stand KS-410B Double. Di media sosial, ia aktif berbagi proses kreatif melalui akun Instagram @gavriel_sangkakala.

Di balik semua pencapaian tersebut, Gavriel memegang satu filosofi sederhana namun kuat: “Kesempatan Takkan Terulang untuk Melayani.” Bagi dirinya, musik bukan sekadar produk industri, melainkan warisan. Setiap lagu adalah jejak nilai yang bisa dikenang dan diteruskan generasi berikutnya.

Ke depan, ia menargetkan penguatan posisinya sebagai produser dan pencipta lagu anak di tingkat nasional, sekaligus membangun production house lagu anak dan rohani yang berdampak luas. Di tengah derasnya arus industri, Gavriel Sangkakala memilih berjalan dengan tenang—meyakini bahwa musik anak Indonesia masih memiliki masa depan cerah, dan ia ingin menjadi bagian penting dari cerita itu. (Fqh).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *