Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Koalisi LSM, Ormas, Pers, dan Mahasiswa Muba Desak Dialog Terbuka Perbaikan Jalan Lintas Muba–Muratara

40
×

Koalisi LSM, Ormas, Pers, dan Mahasiswa Muba Desak Dialog Terbuka Perbaikan Jalan Lintas Muba–Muratara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Babat Toman, Musi Banyuasin, khabarpetang.my.id || Koalisi LSM, Ormas, Pers, dan Mahasiswa Musi Banyuasin (Muba) mendesak Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH, MM, bersama Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, SE, MM, untuk segera melakukan dialog terbuka terkait kondisi kritis Jalan Lintas Kabupaten Musi Banyuasin–Musi Rawas Utara (Muratara). (19/04/2026)

 

Example 300x600

Desakan ini merupakan akumulasi keluhan masyarakat lintas daerah, mulai dari Sumatera Selatan, Jambi hingga Bengkulu, yang selama bertahun-tahun menghadapi kerusakan jalan yang kian parah tanpa penanganan memadai.

 

Tokoh masyarakat sekaligus pejuang infrastruktur, M. Lekat Gonzales, bersama Rd, tokoh pemuda Bumi Serasan Sekate, menegaskan bahwa perjuangan perbaikan jalan ini telah berlangsung lebih dari 20 tahun, disertai berbagai aksi damai dan audiensi dengan pemerintah daerah.

Menyikapi hal tersebut, Peggiat Olah raga di Sumsel, sekaligus Pemerhati lingkungan masyarakat Sumsel, yang pada saat Pilkada Sumsel th 2024 sebagai Ketua Tim Relawan Herman Deru Cik Ujang, merasa Prihatin dan berharap Agar pemerintah Propinsi Sumsel Melalui Dinas PUPR Sumsel untuk segera melakukan langkah langkah perbaikan, sehingga perekonomian di MUBA dan sekitar nya bisa berjalan dan hidup kembali, Mengingat itu merupakan jalan lintas kabupaten yg merupakan tanggung jawab Propinsi yg sehari2 di kenal dg sebutan Kopiah Abang.

“Kerusakan jalan bukan lagi sekadar keluhan, tetapi sudah menjadi ancaman keselamatan. Saat hujan berubah menjadi kubangan, saat kemarau menjadi sumber debu yang membahayakan kesehatan,” tegasnya.

 

Koalisi mencatat sejumlah ruas vital yang mengalami kerusakan berat, di antaranya Mangun Jaya–Sugi Waras–Keban–Macan Sakti hingga perbatasan Muratara, serta beberapa ruas jalan kabupaten lainnya yang menjadi jalur ekonomi masyarakat.

 

Menurut koalisi, salah satu faktor utama kerusakan adalah tingginya intensitas kendaraan angkutan berat dari sektor perkebunan, tambang, dan migas yang diduga melebihi kapasitas jalan (ODOL), tanpa pengawasan yang optimal.

 

Ironisnya, ruas jalan tersebut sebelumnya telah dibangun dengan konstruksi beton sekitar tahun 2015, namun tidak mampu bertahan akibat tekanan beban kendaraan yang terus meningkat tanpa pengendalian.

 

Sebagai langkah konkret, Koalisi secara resmi mengundang Gubernur Sumsel dan Ketua DPRD Sumsel untuk berdialog langsung dengan masyarakat di Desa Macan Sakti, Kecamatan Sanga Desa, pada Senin (4 Mei 2026).

 

Koalisi menilai dialog ini penting untuk menghadirkan keputusan nyata, bukan sekadar wacana. Termasuk mendorong skema kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

 

“Jika keterbatasan anggaran menjadi kendala, maka sudah saatnya perusahaan yang memanfaatkan jalan tersebut ikut bertanggung jawab melalui skema konkret, bukan sekadar formalitas,” ujar perwakilan koalisi.

 

Masyarakat berharap momentum ini menjadi titik balik penyelesaian persoalan jalan yang telah berlangsung lama, agar tidak terus berulang dan berdampak pada keselamatan, aktivitas ekonomi, serta kualitas hidup warga.

 

(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *