JAWA BARAT, KAB CIREBON – khabarpetang.my.id || Sebuah kendaraan operasional milik Partai Perindo dilaporkan hilang dan diduga kuat telah dijual secara sepihak. Kendaraan berupa satu unit mobil jenis minibus merek Apivi berwarna putih metalik ini diduga dikuasai dan dijual oleh oknum mantan Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Cirebon. (05/05/2026).
Sebelumnya, kendaraan tersebut diketahui terparkir didalam halaman rumah milik warga dan berpindah di badan jalan.dan dalam waktu yang cukup lama berpindah posisi di sisi sebelah barat Kantor Balai Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Namun, setelah dilakukan penelusuran, didapatkan informasi bahwa kendaraan tersebut di Duga sedang ditawarkan kepada pihak lain oleh oknum yang bersangkutan inisial IS.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemarkiran kendaraan di halaman kantor desa diduga bukan tanpa alasan. Warga mencurigai hal tersebut merupakan strategi untuk mencari calon pembeli. Begitu ada pihak yang berminat dan kesepakatan harga tercapai, kendaraan tersebut langsung dibawa pergi dari lokasi parkir.
Menurut penuturan salah satu warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya, kendaraan yang memiliki fungsi ganda tersebut, yang juga digunakan sebagai mobil ambulans dan berlogo Partai Perindo, memang terlihat mangkal di lokasi tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Mobil ambulans yang ada lambang Partai Perindo itu lumayan lama terparkir di kantor desa. Padahal sebelumnya, mobil itu sempat berpindah-pindah lokasi di pinggir jalan di dua tempat berbeda sebelum akhirnya dipindahkan ke areal kantor desa,” ujarnya.
“Berdasarkan informasi dari inisial SN, orang dekat terduga pelaku, mobil itu sudah laku terjual melalui perantara senilai Rp 13 juta.
“Saya mencoba menelepon perantara tersebut untuk menyelidiki harga sebenarnya. Saya pancing seolah-olah ada orang yang mau menjual mobil dengan jenis yang sama, dan ternyata memang dijual seharga itu,” jelas SN.”
Di waktu dan tempat yang berbeda, kami berhasil menghubungi Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Cirebon untuk periode 2025–2030 melalui sambungan telepon seluler kurang lebih 58 menit. Pimpinan yang akrab disapa Landy ini membenarkan kabar yang beredar mengenai hilangnya kendaraan dinas milik partai.
Menurut penjelasan Landy, kendaraan operasional yang berfungsi sebagai mobil ambulans tersebut memang benar telah dijual oleh mantan Ketua DPD yang dulu. Ia menegaskan bahwa hal ini bukan sekadar dugaan semata, karena dia (Landy) telah mendengar langsung pengakuan dari oknum yang bersangkutan saat melakukan penelusuran di kediamannya.
“Kami sudah melakukan investigasi langsung ke rumah yang bersangkutan. Di sana, terungkap fakta bahwa kendaraan tersebut memang sudah dijual. Ini bukan lagi isu atau dugaan, karena sudah ada pengakuan langsung dari pelakunya,” ujar Landy melalui sambungan telepon.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan langkah awal penyelesaian masalah, Landy menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirimkan segala bentuk bukti yang diperoleh ke pihak pusat. Mulai dari data dokumen hingga dokumentasi berupa foto yang diambil saat pengecekan di kediaman oknum tersebut, semuanya telah diserahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo di Jakarta.
“Saat ini urusan tersebut sudah masuk ke dalam ranah DPP Partai Perindo. Bagi kami, yang terpenting adalah laporan dan bukti-bukti yang ada sudah kami sampaikan dengan lengkap dan juga bentuk berita acara pemeriksaan ( BAP) dari kami sendiri,” jelas Landy.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya siap membantu proses hukum selanjutnya. Menurutnya, cepat atau lambat tim dari Biro Hukum Partai Perindo akan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti kasus ini.
“Nanti, jika tim dari pusat datang untuk menindaklanjuti masalah ini, pastinya kami akan diminta untuk memandu serta memberikan informasi lengkap yang sudah kami himpun dari lapangan. Dan untuk hal itu, kami tentu siap membantu sepenuhnya,” pungkas Landy.
Hingga saat ini, nasib kendaraan beserta dokumen kepemilikannya belum diketahui secara pasti, dan dugaan penyelewengan aset organisasi ini menjadi sorotan tersendiri di tengah masyarakat.
Sampai dengan berita ini diturunkan, kami belum bisa melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terduga tersebut. Berita ini dibuat semata-mata untuk kepentingan umum.
(Turah/mangbetu)



















