Kapuas Hulu, Kalimantan Barat —khabarpetang.my.id || Sebuah operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan aparat gabungan di Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menuai sorotan publik setelah seorang pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan mengalami luka serius dan menjalani perawatan medis usai razia berlangsung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam (6/5) di sebuah warung kopi di Desa Lemedak yang diduga menjadi lokasi permainan judi kartu. Dalam operasi itu, aparat mengamankan sejumlah orang yang berada di lokasi.
Namun perhatian publik kemudian tertuju pada kondisi seorang pria bernama Manto, yang disebut merupakan wartawan media online Corong Kasus. Berdasarkan keterangan keluarga dan pengakuan korban, Manto mengalami luka pada bagian wajah, jahitan di bibir, lebam di kepala, serta dugaan cedera pada bahu kiri sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Menurut pengakuannya, Manto mengaku datang ke lokasi bukan untuk berjudi, melainkan untuk menagih utang kepada rekannya yang berada di warung kopi tersebut. Ia menyebut suasana berubah tegang saat aparat melakukan penggerebekan.
Korban juga mengaku sempat berupaya menghindar dan bersembunyi di kamar mandi ketika razia berlangsung. Namun setelah itu, ia mengaku mengalami tindakan kekerasan yang menyebabkan dirinya terluka.
Pihak keluarga menyatakan telah berupaya melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke kantor kepolisian setempat. Namun hingga kini, menurut keluarga, proses administrasi laporan masih belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Kasus ini memunculkan perhatian masyarakat karena menyangkut dugaan penggunaan kekuatan saat penindakan berlangsung, terlebih korban disebut berprofesi sebagai jurnalis.
Sebagai institusi penegak hukum, Kepolisian Republik Indonesia memiliki aturan internal terkait penggunaan kekuatan secara proporsional serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap tindakan kepolisian. Karena itu, publik menilai klarifikasi resmi dari pihak berwenang penting dilakukan guna memberikan kepastian informasi dan menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian maupun dugaan kekerasan yang disampaikan korban dan keluarga.
Peristiwa ini masih memerlukan verifikasi dari seluruh pihak terkait agar fakta hukum dapat terungkap secara objektif dan berimbang.
Sementara itu, keluarga korban menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk mencari kejelasan atas peristiwa yang terjadi.
Kasus di Semitau tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama terkait profesionalitas penindakan aparat dan perlindungan terhadap masyarakat sipil, termasuk insan pers dalam menjalankan aktivitasnya.
Sumber:
Manto — Wartawan Media Online Corong Kasus, keluarga korban, dan informasi lapangan di Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.



















