Jakarta, Khabar Petang. My. Id — Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I Tahun 2026 sebagai langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung mobilitas masyarakat menjelang libur Idulfitri. Kebijakan tersebut disampaikan dalam keterangan pers di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026), oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bersama sejumlah menteri terkait.
Dalam paket stimulus ini, pemerintah menghadirkan berbagai kebijakan, salah satunya pemberian diskon tarif transportasi untuk sejumlah moda perjalanan, mulai dari kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga angkutan udara. Program tersebut memiliki total estimasi anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Kebijakan diskon transportasi diharapkan mampu meringankan biaya perjalanan masyarakat serta melayani jutaan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus mobilitas sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.
Selain sektor transportasi, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurai kepadatan perjalanan sekaligus memberikan fleksibilitas bagi aparatur sipil negara dalam menjalankan tugasnya selama periode libur panjang.
Di sisi perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut akan diserahkan sekaligus untuk dua bulan sebagai upaya memperkuat daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah berharap Paket Stimulus Ekonomi I Tahun 2026 dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan konsumsi masyarakat, serta memastikan kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi selama periode mudik Lebaran.
Haris Pranatha


















