Khabarpetang.my.id,Jakarta — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa yang terdiri dari BEM SI, BEM Nusantara, BEM PTMAI, dan BEM PTNU menggelar kegiatan Konsolidasi Nasional & Diskusi Kebangsaan bertajuk “Merawat Persatuan, Menjaga Indonesia: Suara Pemuda di Tengah Krisis Global” pada Rabu, 22 April 2026 di Katar Corner, Tanah Abang, Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai bentuk konsolidasi gerakan pemuda dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks.
Agenda ini menjadi ruang strategis bagi pemuda untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa persatuan nasional merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakstabilan ekonomi, konflik geopolitik, hingga disrupsi informasi yang kian masif.
Dalam diskusi tersebut, pemuda didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam menjaga arah bangsa.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa isu geopolitik global memiliki dampak langsung terhadap Indonesia. Oleh karena itu, pemuda harus mampu membaca situasi dan mengambil peran strategis. Ia menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi objek dalam tarik-menarik kepentingan global, melainkan harus mampu berdiri sebagai bangsa yang berdaulat.
Menurutnya, suara pemuda harus hadir sebagai kekuatan kritis untuk mengawal kebijakan negara agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Nasional BEM PTMAI, Yogi Syahputra Alaydrus, menekankan pentingnya peran pemuda dalam merespons kebijakan negara.
Ia menyebut bahwa pemuda tidak boleh apatis, melainkan harus aktif mengawal setiap kebijakan agar benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Kritik yang disampaikan, lanjutnya, harus bersifat konstruktif, berbasis data, dan menghadirkan solusi nyata.
Sementara itu, Koordinator BEM Nusantara, Muhammad Sardani, mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam melalui penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang digital tetap sehat, melawan disinformasi, serta memperkuat persatuan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan peraturan yang berlaku.
Di sisi lain, Bendahara Nasional BEM PTNU, Gangga Listiawan, menyoroti pentingnya menjaga persatuan nasional sebagai kekuatan utama bangsa.
Ia menyampaikan bahwa tanpa persatuan, Indonesia akan rentan terhadap perpecahan di tengah tekanan global. Oleh karena itu, pemuda harus menjadi perekat bangsa dengan mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.
Melalui kegiatan ini, aliansi mahasiswa menegaskan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan Indonesia, meningkatkan literasi geopolitik di kalangan pemuda, serta aktif mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada rakyat.
Diskusi ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar gerakan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Di tengah ketidakpastian global, suara pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penyeimbang, tetapi juga menjadi penentu arah masa depan bangsa.
Dengan semangat persatuan dan kesadaran kolektif, pemuda Indonesia diyakini mampu menjaga kedaulatan serta membawa Indonesia tetap berdiri tegak di kancah global.
Editor : DM

















