JAWA BARAT, Kab Cirebon, khabarpetang.my.id || Warga Desa Wargabinangun, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan dan masalah dengan banyaknya lalat yang menyerang teras dan dapur rumah mereka, kamis (09/04/2026)
Keluhan ini muncul dari warga dusun 003 dan dusun 004 karena lokasi pemukiman berjarak hanya beberapa meter dari perusahaan peternakan ayam yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Warga dari Dusun 003 dan Dusun 004, Desa Wargabinangun, menyampaikan keluhan mereka kepada Muhidin selaku Kepala Desa. Kebetulan juga kediaman Kuwu berada tepat di Dusun 003, sehingga beliau membenarkan adanya masalah tersebut. Muhidin mengakui bahwa keberadaan lalat yang hinggap di seluruh sudut rumah telah membuat dirinya dan warga merasa resah dan tidak nyaman.
Menurut dia, “Masalah lalat ini biasanya muncul setiap kali masa panen ayam, dan bisakah lalat tidak berpindah ke rumah warga lainnya. Serta bagaimana sikap dari perusahaan ayam agar tidak membuat dampak terhadap warga kami, juga terkait perizinan lingkungan dari perusahaan tersebut ke warga kami bagaimana, apakah sudah ada atau belum,”pungkas Muhidin kuwu desa wargabinangun.
Pada waktu yang berbeda, kami kembali mendatangi lingkungan Dusun 003 untuk menelusuri lebih dalam keluhan yang disampaikan warga. Di sela-sela aktivitas warga sehari-hari, kami berkesempatan berbincang dengan seorang warga setempat yang kami panggil dengan inisial UD. Dengan nada bicara yang lugas dan penuh keyakinan, UD membenarkan apa yang selama ini menjadi keresahan warga.
“Saya katakan sejujurnya, Pak. Masalah lalat ini memang selalu datang bersamaan dengan masa panen ayam di peternakan itu. Saat itu, rumah-rumah kami seolah diserbu, dan kami tak berdaya,” ungkap UD.
Lebih jauh, UD menceritakan bahwa ketidaknyamanan yang dirasakan saat ini bertambah berat karena tidak adanya bentuk perhatian atau ganti rugi dari pihak perusahaan. Menurutnya, keadaan ini sangat berbeda dengan masa lalu.
“Dulu, saat kandang itu masih dikelola oleh pemilik sebelumnya, kami sebagai warga yang terdampak pernah mendapatkan kompensasi sebagai wujud tanggung jawab mereka. Namun sekarang, setelah kandang tersebut berpindah tangan dan dijual kepada pengelola baru, hal itu sudah tidak ada lagi. Sama sekali tidak ada,” tambah UD dengan nada kecewa.
Keterangan tersebut semakin mempertegas bahwa masalah yang dihadapi warga bukan hanya soal gangguan fisik, tetapi juga soal hilangnya rasa keadilan yang pernah dirasakan sebelumnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola usaha peternakan ayam potong tersebut belum dapat memberikan tanggapan, klarifikasi, maupun bantahan terkait keluhan yang disampaikan oleh warga. Upaya konfirmasi yang telah dilakukan belum mendapatkan hasil atau keterangan resmi dari pihak terkait.
Oleh karena itu, warga Desa Wargabinangun, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, sangat berharap agar instansi berwenang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan lembaga yang menangani perizinan usaha, dapat turun langsung ke lapangan. Kehadiran pihak instansi dinilai sangat diperlukan untuk melakukan peninjauan dan menindaklanjuti permasalahan yang kini menjadi keresahan bersama masyarakat setempat.
(Turah/mangbetu)



















