Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITADaerahPemerintah

Makna Mendalam Tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret Tulungagung yang Dijaga Turun-temurun

11
×

Makna Mendalam Tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret Tulungagung yang Dijaga Turun-temurun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULUNGAGUNGkhabarpetang.my.id – Tradisi adat Ulur-Ulur kembali digelar di kawasan Telaga Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas karunia sumber air yang melimpah dan terus mengalir sepanjang tahun. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi bagian penting dari kearifan lokal yang terus dijaga keberlangsungannya.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, jajaran Muspika Kecamatan Campurdarat, para kepala desa wilayah Sawo, Ngentrong, Gedangan, dan Gamping beserta perangkatnya, para pinisepuh Paguyuban Sendang Tirto Mulyo, serta ratusan warga yang memadati lokasi.

Example 300x600

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menjaga dan melestarikan tradisi ini. Ia menegaskan bahwa Ulur-Ulur bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai wujud syukur dan kearifan lokal yang harus terus dirawat.

“Tradisi Ulur-Ulur merupakan warisan leluhur yang sarat nilai spiritual, sosial, dan lingkungan. Ini adalah bentuk nyata rasa syukur masyarakat atas anugerah sumber air dari Telaga Buret yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, khususnya sektor pertanian,” ujar Ahmad Baharudin.

Lebih jauh dijelaskannya, keberadaan Telaga Buret memiliki peran vital dalam mengairi lahan pertanian di empat desa tersebut, sehingga memberikan dampak positif langsung terhadap kesejahteraan para petani.

Plt Bupati juga berharap tradisi ini tidak hanya lestari, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai potensi wisata budaya unggulan. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan agar tradisi ini semakin dikenal luas, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal. Kami berharap Telaga Buret dan Tradisi Ulur-Ulur dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang membanggakan daerah,” tambahnya.

Selain prosesi adat yang sakral, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa tradisi Ulur-Ulur tetap hidup dan memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial masyarakat Tulungagung.

Ke depan, tradisi ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *