JAWA BARAT, KAB CIREBON –khabarpetang.my.id ||Kabar duka mendalam datang dari Tanah Suci Mekah, Arab Saudi, pada Sabtu (09/05/2026). Kyai Haji Ali Karman (80), salah satu tokoh masyarakat yang sangat dihormati di Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, meninggal dunia saat sedang menunaikan ibadah haji bersama istrinya.
Almarhum berangkat Dari kediamannya ke Tanah Suci tepat pada hari Sabtu pukul 05.00 pagi melalui layanan yayasan haji dan umrah, dengan niat suci menunaikan rukun Islam yang kelima. Kepergiannya yang penuh harap dan ibadah justru berpulang di tempat yang paling mulia, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar, kerabat, dan seluruh warga desa.
Kyai H. Ali Karman meninggalkan 4 orang anak dan sejumlah cucu yang kini merasakan kehilangan sosok ayah dan kakek yang penuh kasih sayang. Berita wafatnya almarhum langsung menyebar cepat, menyentuh hati setiap warga Desa Guwa Kidul yang mengenal beliau.
Di mata masyarakat, almarhum dikenal sebagai sosok orang tua yang bijaksana, sangat taat beragama, dan selalu aktif berperan serta dalam setiap kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan. Beliau senantiasa menjadi tempat bertanya, memberi nasihat yang baik, dan turut berjuang memajukan desa serta menjaga kerukunan antarwarga.
Pemerintah Desa, seluruh lembaga desa, para ulama, tokoh adat, hingga warga biasa menyatakan rasa kehilangan yang besar. Kehadiran dan peran almarhum selama ini dianggap sangat berharga dalam menjaga keharmonisan dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan Desa Guwa Kidul.
Berdasarkan keterangan saksi mata yang berada satu kloter dan satu kamar bersama almarhum, kepergiannya terjadi secara mendadak saat kondisi tubuh masih sehat-sehat saja.
Melalui telfon WhatsApp, salah satu rekan seperjalanan haji yang bernama Muja, menceritakan detik-detik terakhir kehidupan almarhum Kyai H. Ali Karman. Muja mengungkapkan, sebelum peristiwa itu terjadi, almarhum berada dalam keadaan sehat walafiat, tidak pernah mengeluh sakit atau mengeluhkan gangguan kesehatan sedikit pun sepanjang perjalanan maupun selama berada di Mekah.
“Peristiwa itu terjadi tepat pukul 09.00 waktu Arab Saudi. Saat itu saya ada di dalam kamar hotel di Mekah, baru saja selesai sarapan bersama empat orang teman lain yang satu kamar, termasuk saya. Setelah sarapan, beliau langsung berbaring atau tiduran, tak lama kemudian ternyata beliau sudah tidak bergerak lagi,” ungkap Muja dengan nada haru.
Melihat kondisi tersebut, Muja dan rekan-rekan lainnya langsung merasa panik dan segera memanggil tim medis atau dokter pendamping jamaah haji untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, setelah diperiksa oleh tim dokter, kabar yang diterima sangatlah berat dan menyakitkan: nyawa Kyai H. Ali Karman sudah tidak tertolong lagi atau beliau sudah berpulang ke Rahmatullah.
Kepergian yang begitu mendadak namun dalam keadaan sedang menunaikan ibadah haji dan di Tanah Suci, dianggap sebagai keistimewaan dan karunia besar dari Allah SWT bagi sosok yang dikenal bijak, taat, dan sangat dihormati di kampung halamannya.
Kini, seluruh masyarakat mendoakan semoga almarhum Kyai H. Ali Karman diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT. Wafat di Tanah Suci menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan warga, sebagai bukti kasih Allah kepada hamba-Nya yang taat.
(Turah/mangbetu)



















